GH

Showing posts with label INFO. Show all posts
Showing posts with label INFO. Show all posts

Miris! Bukannya Diantar ke Tempat Karantina, Gadis Pasien Covid-19 Justru Diperkosa Oleh Sopir Ambulans

Entah apa yang ada dalam pikiran sopir ambulans satu ini yang tak takut dengan virus corona.

Aksi Bejat Sopir Ambulans Gauli Pasien Covid-19, Sengaja Putari Jalan 18 Km  Sebelum ke Rumah Sakit - Surya Malang

Bahkan justu melakukan tindakan bejat pada orang yang sedang tertular virus corona.

Yang lebih mengherankan lagi, saat ia membawa seorang gadis pasien virus corona yang dikenal dengan sebutan covid-19 tersebut.

Bukannya membawa ke rumah sakit ataupun tempat karantina untuk pasien virus yang sangat menular tersebut, ia justru membawa gadis malang itu ke tempat sepi.

Aksi Bejat Sopir Ambulans Gauli Pasien Covid-19, Sengaja Putari Jalan 18 Km  Sebelum ke Rumah Sakit - Surya Malang

Di tempat tersebut, ia nekat merudapaksa pasien virus corona itu tanpa takut tertular covid-19.

Insiden tak bermoral tersebut terjadi saat salah seorang sopir ambulans ditugaskan mengantar seorang pasien covid-19 ke rumah sakit rujukan virus corona.

Kejadian yang terjadi di pada hari Sabtu itupun menjadi catatan kelam tambahan dalam penanganan virus corona di dunia.

Seorang sopir ambulans bernama Noufal V (25) yang berasal dari Kayamkulam, India sedang bertugas mengoperasikan ambulan swasta Kaniv 108 melakukan tindakan tak bermoral.

Ia pun langsung dipecat dari tempatnya bekerja setelah insiden pemerkosaan yang dilakukannya terbongkar.

Insiden tersebut terjadi di sebuah wilayah bernama Pandalam, yakni salah satu daerah yang berada di negara bagian Kerala, India.

Mendapat laporan mengenai tindak asusila pada seorang gadis pasien virus corona oleh sopir ambulans, pihak kepolisian pun langsung mengamankan pelaku.

Kepala polisi distrik Pathanamthitta, KG Simon, mengatakan gadis itu dijemput dari kediaman pamannya di Vadakkedathukavu ke rumah sakit.

"Dia dijemput dari rumah sekitar jam 10 malam lalu diantar ke CFLTC Adoor, tempat Noufal menjemput seorang wanita tua."

"Dia melakukan kejahatan di tempat sepi dekat Aranmula setelah mengantar wanita tua itu ke CFLTC Kozhencherry."

CFLTC adalah singkatan untuk rumah sakit rujukan pasien virus corona di INdia yang memiliki kepanjangan Covid First Line Treatment Centers.

Insiden pemerkosaan yang dialami oleh pasien covid-19 tersebut terbongkar setelah korban melaporkan perbuatan bejat pelaku saat tiba di CFLTC Pandalam.

Mengutip dari Times of India, Senin (7/9/2020), menurut penuturan pihak kepolisian, pelaku sudah hampir setahun menjadi operator ambulans.

Ternyata, pelaku juga pernah hampir terjerat kasus kriminal sebelum bekerja sebagai seorang sopir ambulans.

Ia diketahui hampir membunuh salah seorang warga dalam kasus penyerangan di daerah bernama Alappuzha.

Kasus itupun kini tersiar di seantero India hingga Partai oposisi India United Democratic Front (UDF) dan Bharatiya Janata Party (BJP) atau partai penguasa di negeri Sungai Gangga tersebut menyerukan penyelidikan kasus asusila ini.

"Gadis itu diantar sendirian dengan ambulans bersama pelakunya... Polisi sekarang mengatakan dia memiliki latar belakang kriminal; kenapa ini tidak dipikirkan sebelum dia ditunjuk?" keluh pemimpin oposisi Ramesh Chennithala.

Sementara itu kepala negara bagian Kerala dari partai BJP K Surendran mengatakan, insiden itu menyoroti kesalahan pemerintah.

Hingga membuat seruan melebar dengan kritik keras serta permintaan agar menteri kesehatan India mengundurkan diri.

"Kami menuntut pengunduran diri Menteri Kesehatan," ujarnya dikutip dari Times of India.

Petugas medis distrik Pathanamthitta AL Sheeja menerangkan, perawat pemerintah menemani pasien di ambulans hanya jika kondisinya serius karena layanan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta.

"Sesuai peraturan, teknisi medis darurat (EMT) harus ada di ambulans, tetapi dalam kasus ini hanya pengemudi yang ada. Kami tidak tahu kenapa EMT itu tidak ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, korban pemerkosaan tersebut adalah salah satu dari 148 pasien covid di distrik itu pada Sabtu (5/9/2020).

Ibu dan adik korban ternyata telah terlebih dahulu dinyatakan positif covid-19 dan telah dirawat di tempat yang sama.

Mendengar seruan yang hampir berdengung di seluruh wilayah India mengenai kasus pemerkosaan yang dialami pasien covid-19 tersebut, Menteri Kesehatan India, KK Shailaja angkat bicara.

Ia mengatakan akan menindak tegas pada pelaku pemerkosaan tersebut.

Dia berkata, Noufal dipekerjakan berdasarkan pengalaman masa lalunya di layanan ambulans di Alappuzha selama 2014-2015. 


LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Peringatan Bagi Orangtua, 3 Anak di Ciamis Diduga Keracunan ‘Permen Jari’, 1 Orang Meninggal

3 Anak di Ciamis Diduga Keracunan 'Permen Jari', 1 Orang Meninggal

Tiga anak asal Desa Gunungsari, Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan ‘permen jari’.

Seorang anak meninggal sewaktu dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kejadian itu sempat menjadi perbincangan netizen Ciamis di media sosial.

Identitas anak meninggal yaitu Muhamad Rizki (10).

Sedangkan dua adiknya, Muhamad Rifki (7) dan Muhamad Syarif Hidayat (4), saat ini kondisinya berangsur membaik.

Mereka anak pasangan Aef Saeful Hidayat dan Ai Yulia.

Saat ditemui di ruang perawatan, Aef menjelaskan ketiga anaknya diduga keracunan ‘permen jari’.

“Awalnya itu Kamis kemarin, saya kira hanya muntaber biasa. Saya kasih oralit dan obat, tapi sampai hari Sabtu masih belum sembuh.

Langsung dibawa ke rumah sakit.  Anak yang pertama tidak tertolong. Alhamdulillah yang dua lagi sekarang sembuh,” tutur Aef di RSUD Ciamis, Selasa (1/9/2020).

Menurut Aef, bungkus yang dijadikan mainan jari itu selama ini kerap dikoleksi oleh anak-anaknya.

Ia mengaku tidak mengetahui persis anak-anaknya membeli permen tersebut di mana. Sebab, sambung Aef, di rumahnya yang tersisa hanya bungkus plastik ‘permen jari’ yang dijadikan mainan.

“Harapan saya, kalau bisa pengawasan makanan pedagang di warung diteliti keamanannya. Penjual dan produksi memperhatikan kesehatan. Jangan ada korban lagi. Mudah-mudahan tidak terulang. Mungkin ini cobaan bagi keluarga saya,” ucap Aef.

Kasi Pelayanan RSUD Ciamis Eri Arifah membenarkan pihaknya menerima tiga pasien anak dari satu keluarga.

Namun seorang anak telah meninggal saat dibawa ke RSUD.

“Saat pasien datang ke sini dalam keadaan diare berat. Datang pada Sabtu malam kemarin. Keluhannya diare, muntah, pusing. Kami tidak bisa memastikan keracunannya apa, karena perlu penelitian. Kalau dari permen sampelnya harus diteliti,” ujar Eri.

Eri menegaskan untuk dua anak lainnya kini telah menjalani perawatan intensif. Bahkan kini dinyatakan sehat dan siap pulang ke rumahnya.

“Dua anak sudah sehat rencananya hari ini akan pulang,” ucap Eri.

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...