GH

Showing posts with label LOVE. Show all posts
Showing posts with label LOVE. Show all posts

Jika Suami yang Temani Ketika Bersalin Beruntunglah Isteri, Satu Dalam Seribu.


Untunglah Isteri Jika Mempunyai Suami Yang Teman Bersalin, Satu Dalam Seribu! | Setiap pasangan pasti mahukan cahaya mata sebagai pelengkap hidup mereka. Tidak hanya itu, anak juga adalah anugerah yang terindah dihantar dari Allah untuk kita.

Namun, tahukan suami disaat-saat isteri anda ingin melahirkan zuriat anda ke dunia ini seperti apa? Betapa besarnya pengorbanan seorang isteri untuk melahirkannya.

Kepada suami yang akan menimang cahaya mata, anda patut menemani isteri anda ketika bersalin kerana banyak kebaikkan yang akan diperoleh.

Adapun kebaikan apabila suami teman isteri bersalin :

1. Meredakan debaran di hati isteri

Ingin melahirkan anak mestilah saat yang mendebarkan, bukan isteri sahaja yang berdebar, malah suami juga. Kehadiran suami di sisi isteri dapat meredakan debaran yang dirasai isteri. Jadi, sama-sama dapat meredakan debaran antara satu sama lain.

2. Meredakan kesakitan isteri

Kehadiran suami di sisi juga dapat meredakan kesakitan yang ditanggung oleh isteri walaupun hanya sekadar mengusap belakang isteri ketika kontraksi atau sekadar memberi kata-kata perangsang ketika isteri sudah sakit ingin bersalin.

3. Menimbulkan keinsafan di hati suami

Secara tak langsung, boleh timbul keinsafan kepada suami apabila melihat kesakitan yang ditanggung oleh isteri dalam usaha memberikan zuriat yang diinginkan.

4. Lebih menyayangi dan menghargai isteri

Apabila melihat betapa susahnya isteri bersalin anak untuk zuriat, bertarung nyawa dan menanggung segala kesakitan, boleh memberi keinsafan kepada suami untuk lebih menyayangi dan menghargai isteri. Hargailah isteri anda, wahai sang suami.

5. Lebih menghargai keluarga

Melihat proses bersalin, boleh membuatkan kita lebih menghargai keluarga, bukan setakat kepada isteri dan anak-anak, malah juga kepada ibu yang melahirkan kita. Seperti mana kesakitan yang ditanggung oleh isteri, begitu jugalah kesakitan yang ditanggung oleh ibu saat melahirkan kita.

Bagaimana suami boleh membantu, jika takut melihat darah?

Suami yang takut melihat darah, masih boleh menemani isteri pada peringkat awal (tahap pertama proses kelahiran). Pada tahap ini, isteri akan mengalami kontraksi yang lebih kerap.

Suami boleh membantu ketika isteri ingin bersalin dengan cara:


  • Memegang tangan isteri untuk menenteramkannya.
  • Memberi kata-kate semangat untuk isteri.
  • Mengurut bahagian belakang isteri untuk mengurangkan kesakitan.
  • Mengelap muka isteri apabila berpeluh.
  • Membasahkan bibir dengan air atau ketulan ais serta beri air kepada isteri.


Jadi, kaum Adam sekalian, yang telah bergelar suami, adakah anda menemani istri anda ketika bersalin? Apa perasaaan anda?
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Memantaskan Diri, Bukan Mencari yang Tepat, Tapi Menjadi yang Tepat


96a71442 a6da 4d8d a468 88ea81002460 1080

1. Jangan turunkan standarmu hanya karena kamu lelah menunggu

Dalam cinta; cuma setia yang sifatnya permanent. 
Tampang, tubuh, uang, dan sejenisnya, cuma soal waktu.
Daripada pelajaran kamu yang hebat, lebih baik etika kamu yang hebat. Barangkali rindu, adalah alasan termanis, untuk menangis..

Bukan bermaksud untuk tidak mencari, hanya saja aku ingin memantaskan diri terlebih dahulu agar lebih baik. Sehingga ketika bertemu denganmu nanti, tanganku berfikir untuk menggenggam lebih erat, dan tidak berfikir untuk mencari lagi.Cinta itu seperti api. Semakin besar maka semakin berbahaya karena akan sulit dikendalikan.

Percuma mengharapkannya jika dia sendiri tak tau kamu siapa?

2. Jika dia sudah datang, bagaimana agar dia tidak hilang?

Tuhan tak pernah terlambat dan terburu-buru karena Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik untuk menolong. Hidup terlalu singkat hanya untuk diisi dengan kegalauan. Dia meninggalkanmu? Cari penggantinya. 
Membuatnya menangis sejenak karena jujur lebih baik daripada dia membencimu selamanya karena mengetahui kebohonganmu.

Tak perlu mencari yang sempurna untuk dicintai karena yang mencintaimu sanggup membuatmu menjadi sempurna. Mereka berhak berkomentar dan kamu juga berhak mengabaikan komentar mereka. Rencana butuh aksi. Cinta butuh pengenalan lebih dalam. Niat tak pernah cukup tanpa tindakan.

Seringkali yg memperumit suatu keadaan adalah kita sendiri. Padahal faktanya.. Sebagian besar kekhawatiran itu tidak akan terjadi. Kepercayaan terbentuk oleh relasi yang baik dan waktu yang cukup. Terkadang orang yang kita tidak anggap tak peduli, nyatanya lebih peduli dari apa yang kita tidak pikirkan sebelumnya. Kekecewaan adalah ujian untuk naik kelas di sekolah terbaik di dunia ini yaitu sekolah kehidupan.

3. Belajar jatuh cinta dan patah hati berkali kali

Mungkin kau benar, saat ini aku hanya sedang berpura-pura kuat melalui hari tanpamu. Namun, pahamilah, aku memang sudah memilih jalan melupakanmu. Pelan-pelan, semua perasaan itu akan menghilang. Dan tidak akan pernah lagi kubiarkan kau pulang untuk mengulang. Keputusan ini memang teramat berat.

Aku harus menjadi orang yang paling kuat. Pada saat yang sama, aku begitu lemah setelah semuanya kau buat patah. Semua harapan yang pernah kubangun kau urai dan berderai. Berkeping-keping menjadi luka-luka yang setiap saat terasa menyiksa. Dengan sisa-sisa semangat, aku mencoba kembali bangkit. Sebab hidup terlalu sia-sia dihabiskan dengan rasa sakit.

Aku kira patah hati tak pernah mampu membuatku jatuh cinta lagi. Sebab, begitu banyak doa yang kupercaya menjadi percuma. Namun aku salah. Waktu memberi penjelasan atas segalanya, bahwa secinta apa pun aku dulu kepadamu. Pada akhirnya, orang yang melukai tak selayaknya diperjuangkan lagi.

Setelah patah hati dan lelah yang panjang, aku paham, cinta baru selalu akan datang. Meski patah hati bisa saja terulang. Tidak ada alasan untuk tidak bahagia. Itulah mengapa setiap orang patah hati tetap harus belajar membuka hatinya.

Sejujurnya, saya pernah berada pada fase mencintai sepenuhnya. Ingin memiliki seutuhnya, selamanya. Saya lupa, ada hal yang lebih kuat dari saya. Ada Maha Perencana yang lebih hebat dari rencana saya. Dan sungguh menyedihkan, hampir 3 hari saya tidak makan.

Patah hati. Sekolah berantakan. Orang tua saya marah. Hingga akhirnya, saya belajar satu hal. Di dunia ini memang tidak ada yang bisa kita miliki sepenuh hati, meski kita bisa saja mencintainya sepenuhnya. Dan saat mencintai seseorang, ada hal yang harus kita terima nanti. Melepaskan atau dilepaskan paksa.

"""Perbaiki Diri, Pantaskan Diri, Hanya Untuk Berbaik Sangka""""

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Apalah Arti Kata Rindu, Jika Aku Belum Jadi Jodohmu



Siapa sih yang tak bahagia jika dirindukan seseorang ? Sesorang yang berkata begitu menyangi kita. Siapa juga yang tak senang tatkala ada yang bilang rindu? Mengatakan bahwa dia begitu menantikan kehadiran kita. Mungkin sebagian besar dari kita akan merasa menjadi sosok istimewa baginya. Kita telah menjadi bagian penting yang selalu diharapkan olehnya untuk hadir di hari-harinya. Apalagi rasa rindu yang didasari rasa cinta yang dirasakan oleh dua hati. Hingga kala dia rindu, mungkin dia juga selalu berharap bahwa kita juga merindukannya. Tentu bukanlah suatu yang aneh, dia telah memberikan rasa istimewa itu kepada kita. Di sisi lain, ia pun niscaya berharap hal yang sama agar merasa behagia pula.

“Hari ini aku begitu merindukanmu.”

Sebuah kalimat yang bisa membuat wajah kita tersenyum seketika saat mendengarnya. Apalagi jika itu diucapkan oleh orang yang bayangannya sering hadir dalam fikiran kita. Kalimat itu bisa menjadi penyemangat saat kita tengah merasa kesepian. Bisa juga membuat kita tersenyum-senyum sendiri dibuatnya. Namun sering kali kita pun jadi berfikir dan mencoba menyadari. Kala yang ungkapkan rindu itu bukanlah kekasih kita, ia belumlah jadi jodoh kita. Sekarang dia hanya sekedar pacar atau gebetan semata, atau mungkin adalah orang yang sedang begitu dekat dengan kita. Rasanya itu ya seperti rayuan semata. Walau mungkin ia memang benar-benar rindu, namun benarkah rindu itu akan bertahan selamanya. Atau hanya datang dan akhirnya pergi ketika ia sudah tak ingin bersama kita lagi.

Sebuah kata memang mudah dikatakan. Sebuah kalimat memang mudah untuk diungkapkan. Kata dan kalimat berbau rindu pun begitu mudah untuk ditaburkan di hati kita olehnya. Membuat hati kita berbunga-bunga dengan indahnya, hingga kita terbuaikan wanginya. Ada kalanya kita mulai mengerti bahwa taburan rindu di hati yang ia berikan seolah belum ada kepastian. Rindu yang ia berikan seperti ada yang kurang. Rindu yang kita rasakan seperti ada yang kurang lengkap. Hal itu mungkin karena kita masih merasa takut apakah rindu itu akan selalu kita rasakan dengan kehadirannya. Kita masih merasa khawatir apakah rindu itu akan selalu diberikan padanya untuk kita. Apakah mungkin ia akan selalu bersama kita.

“Apakah kau selalu merindukanku?”

Sebuah pertanyaan yang seolah wajar saja. Namun sebenarnya menyimpan berbagai keraguan pada hati ini. Kita ragu apakah dia benar-benar rindu. Apakah ia selalu merindukan kita. Dibalik pertanyaan itu, seolah kita berusaha memastikan apakah di hatinya masih ada kita. Kita masih terlalu takut untuk ditiinggalkannya. Jadi apalah arti kerinduan yang terasa di hati ini, jika kini dia belum menjadi jodoh dan kekasih hati.

“Sebenarnya aku pun merindukanmu, tetapi salahkah jika aku takut kehilangan rasa rindu itu?”

Kita tahu di dunia ini tak ada seorang pun yang bisa menjamin perasaan cinta akan selalu mengisi hati. Kita yang tengah pacaran, kita yang tengah berdekatan atau kita yang tengah jatuh cinta. Kita tak pernah tahu kapan cinta itu akan bertahan. Walau di saat kita mencintai seseorang, kita selalu berharap bisa mencintainya selamanya. Sebaliknya kita berharap pula dia akan mencintai kita selalu. Hal itu terharapkan karena disaat itu, kita sedang berada di masa-masa bahagianya merasakan cinta oleh kehadirannya. Hingga rasa rindu itu terasa mengisi hati dengan begitu membahagiakannya. Rasa rindu menjadi pelengkap rasa cinta yang sedang hadir memenuhi perasaan kita. Tentu saat kita sudah benar-benar merindukan seseorang. Saat kita sudah benar-benar menyayangi seseorang. Kita akan selalu berharap bisa bersama dia untuk selamanya. Namun apalah daya diri ini, kala dia belum jadi pasangan yang sah bagi kita. Sebesar apapun harapan kita, niscaya itu belum ada kepastian kedepannya.

“Aku berharap rindu ini bermuara di pelaminan. Tak sekedar rayuan, tak sekedar gombalan.”

Banyak dari kita mungkin yang sering beralasan pada diri kita sendiri. Mengatakan dengan santai bahwa biarlah kita mengikuti apa yang terjadi ini mengalir begitu saja. Kita mengatakan padanya untuk jangan berfikir terlalu jauh. Lalu sebenarnya apakah rasa rindu yang selama ini terasakan bukanlah suatu yang penting, hingga seolah tanpa tujuan. Kita yang benar-benar mencintai, niscaya berharap akan bersanding dengannya di pelaminan. Kata rindu yang sering terucapkan bukanlah sebuah permainan kata yang hanya untuk bahan rayuan dan gombalan. Kita pun bisa dapatkan intinya, jika kita tak serius berarti dengan kata lain maka kita sedang main-main. Jika kita tidak sedang main-main, maka sebenarnya kita tengah serius dengan perasaan yang ada. Hingga akhirnya mungkin muncul pertanyaan yang menggelitik hati ini padanya, entah berani kita tanyakan atau kita hanya menyimpannya dalam hati.

“Selama ini kau serius rindu denganku? Atau sedang bermain-main rindu padaku?”

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...