GH

Showing posts with label POPULER. Show all posts
Showing posts with label POPULER. Show all posts

Miris! Bukannya Diantar ke Tempat Karantina, Gadis Pasien Covid-19 Justru Diperkosa Oleh Sopir Ambulans

Entah apa yang ada dalam pikiran sopir ambulans satu ini yang tak takut dengan virus corona.

Aksi Bejat Sopir Ambulans Gauli Pasien Covid-19, Sengaja Putari Jalan 18 Km  Sebelum ke Rumah Sakit - Surya Malang

Bahkan justu melakukan tindakan bejat pada orang yang sedang tertular virus corona.

Yang lebih mengherankan lagi, saat ia membawa seorang gadis pasien virus corona yang dikenal dengan sebutan covid-19 tersebut.

Bukannya membawa ke rumah sakit ataupun tempat karantina untuk pasien virus yang sangat menular tersebut, ia justru membawa gadis malang itu ke tempat sepi.

Aksi Bejat Sopir Ambulans Gauli Pasien Covid-19, Sengaja Putari Jalan 18 Km  Sebelum ke Rumah Sakit - Surya Malang

Di tempat tersebut, ia nekat merudapaksa pasien virus corona itu tanpa takut tertular covid-19.

Insiden tak bermoral tersebut terjadi saat salah seorang sopir ambulans ditugaskan mengantar seorang pasien covid-19 ke rumah sakit rujukan virus corona.

Kejadian yang terjadi di pada hari Sabtu itupun menjadi catatan kelam tambahan dalam penanganan virus corona di dunia.

Seorang sopir ambulans bernama Noufal V (25) yang berasal dari Kayamkulam, India sedang bertugas mengoperasikan ambulan swasta Kaniv 108 melakukan tindakan tak bermoral.

Ia pun langsung dipecat dari tempatnya bekerja setelah insiden pemerkosaan yang dilakukannya terbongkar.

Insiden tersebut terjadi di sebuah wilayah bernama Pandalam, yakni salah satu daerah yang berada di negara bagian Kerala, India.

Mendapat laporan mengenai tindak asusila pada seorang gadis pasien virus corona oleh sopir ambulans, pihak kepolisian pun langsung mengamankan pelaku.

Kepala polisi distrik Pathanamthitta, KG Simon, mengatakan gadis itu dijemput dari kediaman pamannya di Vadakkedathukavu ke rumah sakit.

"Dia dijemput dari rumah sekitar jam 10 malam lalu diantar ke CFLTC Adoor, tempat Noufal menjemput seorang wanita tua."

"Dia melakukan kejahatan di tempat sepi dekat Aranmula setelah mengantar wanita tua itu ke CFLTC Kozhencherry."

CFLTC adalah singkatan untuk rumah sakit rujukan pasien virus corona di INdia yang memiliki kepanjangan Covid First Line Treatment Centers.

Insiden pemerkosaan yang dialami oleh pasien covid-19 tersebut terbongkar setelah korban melaporkan perbuatan bejat pelaku saat tiba di CFLTC Pandalam.

Mengutip dari Times of India, Senin (7/9/2020), menurut penuturan pihak kepolisian, pelaku sudah hampir setahun menjadi operator ambulans.

Ternyata, pelaku juga pernah hampir terjerat kasus kriminal sebelum bekerja sebagai seorang sopir ambulans.

Ia diketahui hampir membunuh salah seorang warga dalam kasus penyerangan di daerah bernama Alappuzha.

Kasus itupun kini tersiar di seantero India hingga Partai oposisi India United Democratic Front (UDF) dan Bharatiya Janata Party (BJP) atau partai penguasa di negeri Sungai Gangga tersebut menyerukan penyelidikan kasus asusila ini.

"Gadis itu diantar sendirian dengan ambulans bersama pelakunya... Polisi sekarang mengatakan dia memiliki latar belakang kriminal; kenapa ini tidak dipikirkan sebelum dia ditunjuk?" keluh pemimpin oposisi Ramesh Chennithala.

Sementara itu kepala negara bagian Kerala dari partai BJP K Surendran mengatakan, insiden itu menyoroti kesalahan pemerintah.

Hingga membuat seruan melebar dengan kritik keras serta permintaan agar menteri kesehatan India mengundurkan diri.

"Kami menuntut pengunduran diri Menteri Kesehatan," ujarnya dikutip dari Times of India.

Petugas medis distrik Pathanamthitta AL Sheeja menerangkan, perawat pemerintah menemani pasien di ambulans hanya jika kondisinya serius karena layanan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta.

"Sesuai peraturan, teknisi medis darurat (EMT) harus ada di ambulans, tetapi dalam kasus ini hanya pengemudi yang ada. Kami tidak tahu kenapa EMT itu tidak ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, korban pemerkosaan tersebut adalah salah satu dari 148 pasien covid di distrik itu pada Sabtu (5/9/2020).

Ibu dan adik korban ternyata telah terlebih dahulu dinyatakan positif covid-19 dan telah dirawat di tempat yang sama.

Mendengar seruan yang hampir berdengung di seluruh wilayah India mengenai kasus pemerkosaan yang dialami pasien covid-19 tersebut, Menteri Kesehatan India, KK Shailaja angkat bicara.

Ia mengatakan akan menindak tegas pada pelaku pemerkosaan tersebut.

Dia berkata, Noufal dipekerjakan berdasarkan pengalaman masa lalunya di layanan ambulans di Alappuzha selama 2014-2015. 


LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Kampung Janda di Indonesia Yang Belum Banyak Orang Tahu. Salah Satunya di Bogor.

Ditinggal suami bukanlah akhir dari perjalanan hidup seorang perempuan.  

Yeahh👐 | Gaya hijab, Wanita terseksi, Wanita

Apapun pilihannya, baik itu menikah lagi ataupun tetap sendiri, mereka harus tetap memperjuangkan masa depan.  

Lantas bagaimana jika mereka tinggal berdampingan untuk menguatkan satu sama lain di dalam sebuah kampung janda? 

Ya, kampung janda. 

Sebuah wilayah yang didiami perempuan yang ditinggalkan karena meninggal dunia ataupun dicerai suaminya. 

Di Indonesia ternyata ada beberapa kampung yang mayoritas diisi oleh janda-janda. 

Yuk, kita simak bersama cerita mengenai kampung tersebut! 

3 Kampung Janda yang Ada di Indonesia

1. Kampung Janda Batuah



Seperti yang dilaporkan oleh Bangkapos.id, sekitar 90% perempuan yang ada di kampung tersebut menyandang status janda. 

Kampung tersebut terletak di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Memang tidak semuanya, namun kebanyakan perempuan-perempuan ini menjanda karena ditinggal meninggal dunia oleh suaminya.



Menurut sang ketua RT, Ahmad Nurhansah, umumnya perempuan-perempuan di kampung tersebut menikah dengan suami yang rentang usianya terpaut cukup jauh. 

Ia mencotohkan salah satu warganya yang berjenis kelamin perempuan menikah di usia 15 tahun.

Sementara suaminya ketika itu sudah berusia 30 tahun.

Setelah ditinggal para suami, perempuan Kampung Batuah pun banyak yang memilih tak menikah lagi.

Otomatis, merekalah yang menggantikan peran almarhum suami sebagai pencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Dari 37 rumah yang berada di RT 03 Kelurahan Kemuning, Kampung Batuah, terdapat 26 janda yang mengemban tugas sebagai kepala keluarga.

Usia perempuan yang bermukim di Kampung Batuah ini umumnya telah menginjak 50 tahun ke atas. Di antaranya, terdapat pula janda yang masih berusia muda yaitu sekitar umur 25 tahun. 

2. Desa Janda Ciburayut



Kisah perempuan di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor hampir sama dengan yang ada di Kampung Batuah. 

Perempuan yang tinggal di desa ini banyak yang ditinggal sang suami karena meninggal dunia.

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com, mayoritas pria di desa ini bekerja sebagai penambang pasir.

Sang ketua RT, Ade Suryadi mengatakan bahwa ada sekitar 30 janda berusia 14 hingga 70 tahun dari 65 kepala keluarga di desa tersebut.

3. Kompleks Arbain Pasuruan



Sebuah kompleks perumahan umumnya bebas ditinggali oleh siapa saja baik yang sudah berpasangan ataupun masih melajang.

Tidak dengan Kompleks Arbain yang tertelak di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kompleks yang diisi oleh 40 rumah deret ini semuanya diisi oleh perempuan yang menyandang status janda.

Dikutip dari laporan Vice Indonesia, para janda yang mendiami rumah-rumah tersebut ternyata tidak dibebankan biaya sewa.

Mereka hanya diminta membayar tagihan listrik dan kebutuhan keluarga masing-masing.

Bagi mereka yang ingin menghuni salah satu rumah di kompleks ini, harus melampirkan akta cerai atau surat keterangan kematian sang suami.

Selain itu, para janda tersebut pun diperiksa dulu latar belakangnya.

Mereka yang memenuhi syarat, berperilaku baik, dan juga tidak mampu diperbolehkan mengisi hunian tersebut dengan gratis.

Perempuan penghuni yang berniat kembali menikah diperkenankan meninggalkan rumah.

Peraturan di kompleks ini pun sangat ketak.

Seperti, tidak diizinkan pulang di atas pukul 10 malam, tidak diperkenankan menerima tamu pria kecuali ada tetangga yang menemani, dan juga diminta berpakaian sopan.

Faktanya kampung janda ini didirikan oleh seorang pria dermawan asli Pasuruan bernama Hanif Kamaluddin. 

Ibunda dari Hanif yang menjada beramanat kepadanya bahwa ia kelak harus bisa menyisihkan rezeki untuk para janda.

Amanat tersebut pun ia realisasikan dengan membangun Kompleks Arbain khusus janda pada 2001.

Sungguh mengharukan ya!

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Gadis Cantik Pembunuh Ibu Kandung, 151 Kali Tusuk Wajah & Leher, Dinyatakan Tak Bersalah, Ada Apa?

Isabella Guzman merupakan seorang gadis cantik yang ternyata adalah pembunuh berdarah dingin.

Kasus Psikopat Cantik Gemparkan Dunia, Isabella Bunuh Sang Ibu dengan 151  Tusukan di Wajah dan Leher - Halaman 4 - Tribun Manado

Gadis cantik ini nekat membunuh ibunya sendiri dengan 151 tusukan di wajah dan leher. 

Namun, Isabella Guzman dikabarkan tidak dipenjara bahkan dinyatakan tidak bersalah akibat perpuatannya.

Hal ini lantaran ada gangguan kelainan yang dialami Isabella Guzman.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis remaja Colorado menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama, dituduh menikam ibunya 79 kali di wajah dan leher di kamar mandi rumah mereka.

tribunnews

Isabella Guzman, gadis kelahiran tahun 1995 asal Colorado, Amerika Serikat, yang menghabisi nyawa ibunya dengan menikam wajah dan leher ibunya sebanyak 151 kali, ditahan tanpa ikatan di Penjara Kabupaten Arapahoe pada 28 Agustus yang menusuk kematian ibunya, Yun-Mi Hoy, 47.

Ya, Isabella disebut-sebut sebagai salah satu sosok perempuan berdarah dingin di dunia, meskipun faktanya dia punya gangguan kejiwaan karena orang tuanya bercerai sewaktu dia masih kecil.

Melansir CNN, sebelum pembunuhan sadis itu terjadi, Isabella dan ibunya, Yun-Mi Hoy, diketahui kerap bertengkar, terutama semenjak ibunya menikah lagi dengan seorang pria bernama Ryan Hoy.

Ayah tiri remaja itu, Ryan Hoy, mengatakan kepada pihak berwenang bahwa Guzman dan ibunya sering bertengkar.

Sehari sebelum menikam ibunya, Isabella juga sempat mengirimkan surel (email) kepada ibunya yang isinya "Kau akan menebusnya".

Ketika menerima surel itu, ibunya sempat menelepon kepolisian dan meminta datang ke rumahnya.

Polisi pun datang memenuhi permintaan ibunya.

Keesokan harinya, Isabella melancarkan aksinya di rumah ibunya di blok 2600 Jalan South Lima.

Hoy mengatakan kepada polisi bahwa istrinya menunjukkan kepadanya sebuah email yang diduga dikirim Guzman padanya pada pagi hari pembunuhan itu, yang berisi kata-kata, "Anda akan membayar," tulis pernyataan tertulis itu.

E-mail itu mendorong Yun-Mi Hoy untuk menelepon polisi hari itu juga dan meminta mereka untuk datang ke rumahnya karena putrinya mengancam akan melukainya, menurut pernyataan tertulis.

Setelah berbicara dengan Yun-Mi Hoy dan Guzman, petugas yang menanggapi memutuskan ada "masalah keluarga yang sedang berlangsung di antara mereka dan tampaknya sudah diselesaikan," pernyataan di dokumen pengadilan .

Ryan Hoy memberi tahu pihak berwenang bahwa setelah petugas pergi, Guzman pergi ke kamar tidurnya dan tetap di sana sepanjang malam sementara ibunya kembali bekerja.

Ketika Yun-Mi Hoy tiba di rumah sekitar jam 9:30 malam, Ryan Hoy berkata, dia naik ke atas untuk mandi.

Hoy mengatakan kepada polisi bahwa dia kemudian mendengar suara dentuman dari lantai atas dan istrinya memanggil namanya.

Hoy mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ketika dia mencoba membuka pintu kamar mandi, Guzman mendorongnya dengan punggungnya agar tetap tertutup.

Hoy mengatakan dia kemudian turun ke bawah, menelepon 911 dan mengatakan kepada petugas operator bahwa istri dan putrinya ada di dalam kamar mandi dan dia bisa melihat darah mengalir dari bawah pintu ke kamar mandi.

Hoy juga memberi tahu polisi bahwa ketika dia kembali ke atas, dia melihat Guzman berdiri di ambang pintu kamar mandi sambil memegang pisau.

Hoy kemudian mengamati istrinya terbaring di lantai kamar mandi berlumuran darah dengan tongkat baseball tergeletak di samping tubuhnya.

Ketika polisi tiba di rumah, mereka menemukan tubuh telanjang Yun-Mi Hoy tergeletak di lantai kamar mandi dengan banyak luka robek dan tusukan.

Dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian pada pukul 10:28 malam.

Polisi menemukan jasad Yun-Mi Hoy dalam keadaan mengenaskan di dalam kamar mandi lantai dua berselang beberapa jam kemudian.

Isabella Guzman diringkus dalam waktu 16 jam semenjak ditetapkan sebagai buronan.

Ketika itu, usianya masih 18 tahun. Kini, dia sudah 25 tahun.

Ketika disidang di pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Isabella sempat tersenyum ke arah kamera wartawan yang menyorotnya. 



Pengadilan Colorado sendiri memvonis bahwa Isabella tidak bersalah.

Dia dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani perawatan kejiwaan alih-alih dikirim ke penjara.

Menurut keterangan dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds, Isabella didignosa mengalami paranoia schizophrenia.

"Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri," kata dr Richard.






LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Bikin Haru, Sopir Kerja Sampai Larut Malam Meski Napas Dibantu Tabung Oksigen

Baru-baru ini, kisah seorang sopir taksi yang terserang berbagai penyakit telah menyentuh hati netizen Thailand.

Bikin Haru, Sopir Kerja Sampai Larut Malam Meski Napas Dibantu Tabung Oksigen

Kisah sedihnya viral ketika salah satu penumpang bernama Nongying Chuaibamrung mengunggah postingan di Facebook pada 26 Agustus lalu.

Cerita dimulai saat Nongying mulai naik taksi. Saat memasuki mobil, Nongying sedang melakukan panggilan menggunakan ponselnya.

Ketika taksi berjalan, dia baru sadar sopirnya mengemudikan mobil dengan sangat lambat sehingga membuatnya mulai merasa kesal.

Mengemudi Taksi Sambil Pakai Tabung Oksigen

Namun, ketika sopir itu meminta bantuan untuk memeriksa apakah tabung oksigen di belakang kursinya bergelembung, Nongying langsung sedih.

Khawatir melihat kondisi sang sopir, dia memeriksa tabung oksigen tersebut. Nongying kemudian bertanya kepada sopir itu dan mendapat jawaban yang memilukan.

" Saya menderita banyak penyakit. Mata saya kurang jelas dan ginjal saya juga tidak berfungsi dengan baik.

" Saya harus melakukan cuci darah bahkan ketika sedang mengemudi. Karena paru-paru saya berair, saya perlu membawa tangki oksigen," kata sopir taksi tersebut.

Hidup Sendiri di Kamar Kontrakan

Ketika Nongying bertanya lebih lanjut, pria itu berkata bahwa dia sekarang tinggal sendirian di kamar kontrakan.

Pemerintah hanya memberinya 800 baht (Rp377 ribu) sebulan, sedangkan dia harus membayar sewa dan kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, untuk menambah penghasilan, dia terpaksa menyewa taksi agar bisa menghasilkan uang.

Setelah mendengar kisah bapak sopir itu, Nongying sangat terharu. Dia memberikan uang tambahan kepada pria itu.

Sopir itu Bernama Sumeth Singpun

Nongying juga meminta izin agar kisah sopir itu bisa viral di media sosial dengan harapan banyak orang akan memberi bantuan.

Setelah postingan tersebut viral, netizen akhirnya berhasil mengetahui nama sopir taksi itu, Sumeth Singpun.

Sumeth selalu mengemudikan taksi secara perlahan. Jika merasa tidak enak badan saat mengemudi, dia akan meminta izin untuk berhenti sebentar.

Menderita Berbagai Macam Penyakit

Menurut Sumeth, selain penyakit ginjal dan paru-paru basah, dia juga menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.

Sumeth juga telah kehilangan beberapa ruas jari dan kakinya juga bengkak akibat dari penyakit yang dideritanya.

Channel 3 Thai News mengabarkan bahwa Sumeth memiliki seorang anak tetapi gaji bulanannya sangat kecil. Sehingga anaknya hanya dapat memberinya sedikit uang setiap bulan.

Yang lebih menyedihkan lagi, Sumeth sudah menjual ponselnya, sehingga lebih sulit untuk menghubungi anaknya.

Disarankan Berhenti Jadi Sopir Taksi

Karena kisahnya yang viral, banyak orang yang mengunjungi Sumeth untuk memberikan bantuan. Akun donasi untuk Sumeth sampai saat ini berjumlah 1.189.487 baht (Rp561 juta) dan sekarang ditutup.

Sumeth mengatakan bahwa uang itu akan digunakan untuk membeli rumah kecil agar dia tidak kehilangan rumahnya, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Biaya pengobatannya ditanggung.

Sumeth menambahkan bahwa tidak akan melanjutkan pekerjaannya sebagai sopir taksi karena banyak orang yang menyarankan agar dia berhenti.

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Relasi Risma-Megawati dan Pola PDIP Pilih Cawalkot Surabaya

 Pertimbangan politik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai menjadi kunci PDI Perjuangan dalam menentukan calonnya di Pilwalkot Surabaya 2020. Kader atau bukan tak jadi faktor penentu.

Tri Rismaharini dinilai ikut mempengaruhi Megawati dalam memilih Eri Cahyadi di Pilwalkot Surabaya 2020. Kader tak jadi faktor penentu.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam. Menurutnya, Risma ikut menentukan terpilihnya Eri Cahyadi, seorang pegawai negeri sipil, yang kini mendapat mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi calon wali kota Surabaya berikutnya.

"Yang menentukan bukan kader atau non-kader tapi siapakah yang pertimbangannya diterima Bu Mega. Yang paling kuat adalah faksi dan pengaruh Bu Risma," kata Surokim, Jumat (4/9).

Surokim menilai Risma memiliki kedekatan khusus dengan orang nomor satu di partai berlambang banteng tersebut. Ia bahkan menyebut Risma adalah 'perwujudan' Megawati di Surabaya.

"Sesungguhnya, kian menunjukkan pada kita bahwa Risma adalah Bu Mega-nya Surabaya," ucapnya.

Kedekatan keduanya tercermin dari bagaimana cara Risma memimpin Kota Surabaya selama dua periode terakhir. Megawati secara intens memberikan arahan terhadap wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Hal itu pun dianggap selalu berhasil diwujudkan oleh Risma.

Misalnya, saat Megawati meminta Risma memperhatikan dan memberi makanan kepada lansia. Lalu, soal penataan taman dan rekomendasi bunga-bunga dari Megawati. Hal itu membuat Risma dan Megawati saling bertaut.

"Bu Risma berhasil menautkan program Bu Mega di Surabaya, seperti memberikan program memberi makanan lansia, lalu UKM tahu tempe, soal taman-taman. Itu memperkuatnya," ujar dia.

Tangan Kanan Risma

Eri Cahyadi merupakan tokoh birokrat yang dikenal dekat dengan Risma. Belakangan, ia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya selama dua tahun terakhir.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan calon penerusnya, Eri Cahyadi, yang dicalonkan PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya 2020, bakal menjadi kader partai banteng.

Surokim menyebut Eri merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam mendesain dan membangun Kota Surabaya. Ia dinilai mampu mewujudkan segala komando Risma untuk perkembangan Kota Surabaya.

"Dia tangan kanan Bu Risma untuk mendesain pembangunan Kota Surabaya, dia berhasil merealisasikan kehendak Bu Risma," kata Surokim

Bukan sesuatu yang tak mungkin, kata Surokim, bahwa Risma yang membawa nama Eri sampai ke telinga Megawati.

Apalagi selama dua tahun terakhir, menurutnya, Risma seakan memberi panggung lebar untuk Eri dalam berbagai kesempatan. Salah satunya terlihat pada baliho bergambar wajah keduanya yang bertebaran di sejumlah sudut Kota Pahlawan.

Meski begitu, ujarnya, Eri tetap harus berjuang dalam kontestasi Pilkada Surabaya kali ini. Kedekatannya dengan Risma tak otomatis bisa jadi modal mendulang suara konstituen. Nama besar Risma justru bisa menjadi tantangan sekaligus beban bagi Eri.

"Orang akan menunggu apakah Eri bisa keluar dari bayang-bayang Bu Risma. Eri harus bisa menjawab ekspektasi publik, bahwa dia tidak hanya suksesor, tapi dia punya kapasitas setara atau mungkin lebih progresif," ucapnya.

Titik Lemah Whisnu

Eri Cahyadi menyingkirkan sejumlah nama kuat lainnya dalam kontestasi calon wali kota Surabaya di internal PDIP. Salah satunya, Wakil Wali Kota Surabaya dua periode, Whisnu Sakti Buana.

Whisnu merupakan salah satu tokoh yang digadang-gadang bakal menjadi jagoan PDIP di Pilkada Surabaya. Namanya juga beberapa kali disebut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam sejumlah kesempatan.

Mayoritas akar rumput PDIP di Surabaya bahkan telah mendeklarasikan Whisnu sebagai calon pemimpin Surabaya sejak jauh-jauh hari. Saat rekomendasi itu tak jatuh ditangannya, sejumlah kader PDIP di Surabaya mengamuk dan kecewa.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengaku tetap mengikuti keputusan DPP PDI Perjuangan yang tak mencalonkan dirinya sebagai calon wali kota Surabaya pada Pilkada 2020.

"Whisnu itu pendukung kulturalnya cukup banyak, menjabat dua periode Ketua DPC PDIP Surabaya itu bukan investasi yang pendek, wajar kalau menimbulkan kekecewaan," katanya.

Namun, Surokim yang juga Peneliti Surabaya Survey Center (SSC) ini lagi-lagi menyebut, faktor relasi khusus Risma dengan Megawati-lah, yang menjadi penghalang besar bagi Whisnu.

"Faktor Bu Risma berhasil di mata Bu Megawati, menjadikan faktor Mas Whisnu sebagai wakil wali kota itu tidak muncul, semua itu menjadi klaim keberhasilan Risma, padahal Whisnu ada di dalam situ," tuturnya.
Menurutnya, kedekatan Risma dengan Megawati bahkan mampu melebihi kekuatan ikatan sejarah ayah Whisnu, Soetjipto dengan Megawati.

Mendiang Soetjipto merupakan kader senior PDIP yang dikenal dekat dengan Mega. Semasa hidup, ia pernah dipercaya menjadi Sekjen hingga Ketua DPP PDIP. Ia juga sempat menjabat Wakil Ketua MPR RI dan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

"Itulah membuat Whisnu agak ter-barrier relasi khususnya dengan Bu Mega padahal kita semua tahu Whisnu putra Pak Tjip yang punya ikatan panjang sejarah dengan Bu Mega," ucapnya.

Tak hanya itu, relasi kuasa khusus Risma dan Megawati bahkan juga membuat para tokoh PDIP yang dikenal dekat dengan Whisnu, seperti Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat dan Puti Soekarno, sulit menembus kekuatan itu.

"Betapa sulitnya lingkar-lingkar Whisnu di Jakarta menembus Bu Mega. Mbak Puti, Pak Djarot, Pak Hasto itu punya ikatan yang dekat dengan Mas Whisnu karena faktor sejarah, tapi itu bisa kalah dengan relasi khusus Bu Risma, ini yang jarang diungkap," katanya.

Pola Politik PDIP
Surokim mengatakan diusungnya Eri menunjukkan pola politik yang selama ini dilakukan PDIP. Yakni, dengan mengusung tokoh birokrat atau tokoh non-partai sebagai calon wali kota.

Pada Pilkada Surabaya 2010 lalu, Risma bukanlah kader PDIP. Ia merupakan birokrat yang pernah memimpin sejumlah dinas di Pemerintah Kota Surabaya. Ia dipasangkan dengan kader PDIP, Bambang Dwi Hartono, dan berhasil menang.

Kemenangan itu pun kembali berhasil diraih PDIP pada Pilkada Surabaya 2015. Saat itu Risma dicalonkan bersama wakilnya yang merupakan kader PDIP, Whisnu Sakti Buana.

"PDIP yang terus menerus menang, maka PDIP melihat pola yang selama ini dimainkan, pola non kader [dan] kader, terus sekarang lagi, bisa jadi itu menjadi pola," ucapnya.

Menurutnya, diusungnya Eri menandakan PDIP tak mau Surabaya yang selama beberapa periode menjadi daerah basisnya, lepas ke partai lain.

"PDIP berhitung betul, bahwa PDIP menjadikan Surabaya sebagai basis keberhasilan partai dia, apakah dukungan arus bawah dan hasil kotanya, Surabaya adalah tolok ukur," sebut dia.

PDIP, kata Surokim, juga menyadari bahwa pemilih di Surabaya memiliki berbagai karakteristik dan latar belakang yang berbeda. Maka akan sangat berisiko jika PDIP bersikukuh mengusung kadernya sendiri tanpa memperhitungkan tokoh birokrat.

Ceruk pemilih Surabaya yang sangat heterogen dan kompleks juga menjadi pertimbangan PDIP terkait geopolitik.

Lebih lanjut, Surokim menilai langkah Megawati mencalonkan kadernya yakni Armuji sebagai calon wakil wali kota Surabaya sudah tepat.

"Mas armuji adalah bagian dari cara untuk menguatkan mental kader PDIP Kota Surabaya. Bahwa kader itu juga masih diperhatikan," ujar Surokim.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono mengatakan keputusan diusungnya Eri-Armuji, dan tak dipilihnya Whisnu merupakan sepenuhnya wewenang Megawati.

"Kalau Pak Whisnu tidak dicalonkan, semua itu ada hitungan maupun kebijakan strategis yang ada di pusat, jadi kami enggak ikut campur masalah itu," kata Baktiono kepada CNNIndonesia.com.

Dia mengatakan DPC hanya menerima 19 nama pendaftar. Nama-nama itu juga telah diserahkannya ke DPD PDIP Jatim untuk kemudian di sampaikan ke DPP PDIP.

Terkait gejolak sejumlah kader PDIP di Surabaya yang kecewa setelah Whisnu tak dicalonkan, Baktiono menganggap hal itu sesuatu yang biasa dan wajar terjadi di partai politik.

"PDIP sudah biasa melihat seperti itu, sama seperti kita lihat sepak bola, kalau tadi yang kemasukan gawangnya kan kaget, yah mirip-mirip itulah, tapi setelah itu sudah selesai, ya sudah, rangkulan semua, dan PDIP sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat," ucapnya.

sumber CNN Indonesia
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...